KARIES GIGI
Karies adalah suatu penyakit jaringan
keras gigi (email, dentin dan sementum) yang
bersifat kronik progresif dan disebabkan oleh
aktivitas jasad renik dalam karbohidrat yang
dapat diragikan. Ditandai dengan demineralisasi
jaringan keras dan diikuti kerusakan zat
organiknya (Ami Angela, 2005).
Salah satu dari masalah kesehatan gigi
dan mulut adalah karies gigi dan telah mengalami
peningkatan pada abad terakhir. Kesehatan
gigi merupakan bagian dari penyakit
infeksi dan suatu proses demineralisasi yang
progresif dan bersifat agresif kumulatif. Artinya
daerah yang telah rusak karena karies
menjadi tidak dapat disembuhkan, yang terjadi
pada jaringan keras permukaan mahkota dan
akar gigi. Karies disebabkan oleh aktifitas jasad
renik dalam karbohidrat yang dapat diragikan
(Okolo SN, 2006). Risiko karies adalah kemungkinan
berkembangnya karies pada individu
atau terjadinya perubahan status kesehatan
yang mendukung terjadinya karies pada
periode waktu tertentu. Risiko karies bervariasi
pada setiap individu tergantung keseimbangan
faktor pencetus dan penghambat terjadinya karies,
tetapi prevalensi terjadinya karies gigi pada
anak usia sekolah tetap merupakan masalah
yang signifikan (Ami Angela, 2005).
Terdapat hubungan antara frekuensi
makan makanan kariogenik, jenis makanan,
waktu makan dan jenis minuman manis terhadap
terjadinya karies gigi pada siswa SD umur
8-10 tahun. Hal ini diakibatkan dari kecenderungan
anak dalam memilih makanan yang
disukainya yang sering dikonsumsi berlebihan.
Kebiasaan mengkonsumsi makanan tersebut
hendaknya diminimalkan dengan mengkonsumsi
makanan yang rendah kadar glukosa
(sukrosa, fruktosa) (Ircham M, dkk, 2005).
Salah satu cara mudah untuk mencegah
karies gigi adalah mengatur pola makan dengan
memperbanyak mengkonsumsi makanan
berserat seperti sayur dan buah-buahan.
Makanan berserat perlu dikunyah lebih lama
sehingga gerakan mengunyah dapat merangsang
pengeluaran saliva (air liur) lebih banyak.
Di dalam saliva terkandung zat-zat seperti substansi
antibakteri, senyawa glikoprotein, kalsium
dan fluorida yang sangat berguna melindungi gigi. Mengunyah makanan berserat
seperti buah-buahan dapat membantu membersihkan
gigi, contohnya pepaya, semangka,
apel, jambu air, jambu biji adalah contoh dari
buah-bu-ahan yang mudah dijumpai dan dapat
langsung dikonsumsi dalam keadaan segar. Di
dalam pepaya terdapat kadar air yang cukup
tinggi yaitu sebesar 86,7 gr dan terdapat kadar
serat sebesar 0,7 gr tiap 100 gr daging buah pepaya,
yang dapat membantu pengeluaran saliva
lebih banyak yang dapat memberikan efek
pembersihan sendiri gigi geligi (self cleansing
effect) (Soegeng S, dkk, 1999).
Upaya preventif pada anak diperlukan
untuk mengatasi karies gigi, dilakukan secara
sistematis dan sedini mungkin yaitu pada usia
muda. Usia 8-10 tahun merupakan kelompok
usia yang kritis terhadap terjadinya karies gigi
dan mempunyai sifat khusus yaitu transisi pergantian
gigi susu ke gigi permanen. Anak usia
8-10 tahun prevalensi karies gigi mencapai
60-85%. Pemilihan murid Sekolah Dasar (SD)
sebagai obyek Usaha Kesehatan Gigi Sekolah
(UKGS) sangat penting mengingat kurangnya
perhatian akan kesehatan gigi anak usia sekolah
dasar dan pada dasarnya anak pada usia
ini sangat peka terhadap pendidikan baik dari
perilaku maupun pola kebiasaan sedang dan
dalam pertumbuhan masih dapat diperbaiki
(Ami Angela, 2005)
SUMBER
Cahyati, Widya Hary. 2013. Jurnal Kesehatan Masyarakat "Konsumsi Pepaya (Carica Papaya) Dalam Menurunkan Debris Index" ( KEMAS 8 (2) (2013) 127-136 )
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=136168&val=5652
Tidak ada komentar:
Posting Komentar