Kamis, 15 Oktober 2015

Kedokteran Gigi ( Karies Gigi )

KARIES GIGI

Karies adalah suatu penyakit jaringan keras gigi (email, dentin dan sementum) yang bersifat kronik progresif dan disebabkan oleh aktivitas jasad renik dalam karbohidrat yang dapat diragikan. Ditandai dengan demineralisasi jaringan keras dan diikuti kerusakan zat organiknya (Ami Angela, 2005).

Salah satu dari masalah kesehatan gigi dan mulut adalah karies gigi dan telah mengalami peningkatan pada abad terakhir. Kesehatan gigi merupakan bagian dari penyakit infeksi dan suatu proses demineralisasi yang progresif dan bersifat agresif kumulatif. Artinya daerah yang telah rusak karena karies menjadi tidak dapat disembuhkan, yang terjadi pada jaringan keras permukaan mahkota dan akar gigi. Karies disebabkan oleh aktifitas jasad renik dalam karbohidrat yang dapat diragikan (Okolo SN, 2006). Risiko karies adalah kemungkinan berkembangnya karies pada individu atau terjadinya perubahan status kesehatan yang mendukung terjadinya karies pada periode waktu tertentu. Risiko karies bervariasi pada setiap individu tergantung keseimbangan faktor pencetus dan penghambat terjadinya karies, tetapi prevalensi terjadinya karies gigi pada anak usia sekolah tetap merupakan masalah yang signifikan (Ami Angela, 2005).

Terdapat hubungan antara frekuensi makan makanan kariogenik, jenis makanan, waktu makan dan jenis minuman manis terhadap terjadinya karies gigi pada siswa SD umur 8-10 tahun. Hal ini diakibatkan dari kecenderungan anak dalam memilih makanan yang disukainya yang sering dikonsumsi berlebihan. Kebiasaan mengkonsumsi makanan tersebut hendaknya diminimalkan dengan mengkonsumsi makanan yang rendah kadar glukosa (sukrosa, fruktosa) (Ircham M, dkk, 2005).

Salah satu cara mudah untuk mencegah karies gigi adalah mengatur pola makan dengan memperbanyak mengkonsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan. Makanan berserat perlu dikunyah lebih lama sehingga gerakan mengunyah dapat merangsang pengeluaran saliva (air liur) lebih banyak. Di dalam saliva terkandung zat-zat seperti substansi antibakteri, senyawa glikoprotein, kalsium dan fluorida yang sangat berguna melindungi gigi. Mengunyah makanan berserat seperti buah-buahan dapat membantu membersihkan gigi, contohnya pepaya, semangka, apel, jambu air, jambu biji adalah contoh dari buah-bu-ahan yang mudah dijumpai dan dapat langsung dikonsumsi dalam keadaan segar. Di dalam pepaya terdapat kadar air yang cukup tinggi yaitu sebesar 86,7 gr dan terdapat kadar serat sebesar 0,7 gr tiap 100 gr daging buah pepaya, yang dapat membantu pengeluaran saliva lebih banyak yang dapat memberikan efek pembersihan sendiri gigi geligi (self cleansing effect) (Soegeng S, dkk, 1999).

Upaya preventif pada anak diperlukan untuk mengatasi karies gigi, dilakukan secara sistematis dan sedini mungkin yaitu pada usia muda. Usia 8-10 tahun merupakan kelompok usia yang kritis terhadap terjadinya karies gigi dan mempunyai sifat khusus yaitu transisi pergantian gigi susu ke gigi permanen. Anak usia 8-10 tahun prevalensi karies gigi mencapai 60-85%. Pemilihan murid Sekolah Dasar (SD) sebagai obyek Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) sangat penting mengingat kurangnya perhatian akan kesehatan gigi anak usia sekolah dasar dan pada dasarnya anak pada usia ini sangat peka terhadap pendidikan baik dari perilaku maupun pola kebiasaan sedang dan dalam pertumbuhan masih dapat diperbaiki (Ami Angela, 2005)

SUMBER

Cahyati, Widya Hary. 2013. Jurnal Kesehatan Masyarakat "Konsumsi Pepaya (Carica Papaya) Dalam Menurunkan Debris Index" ( KEMAS 8 (2) (2013) 127-136 )
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=136168&val=5652

Tidak ada komentar:

Posting Komentar